G Minor Bach 1870

Posted on

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan musik classic. Musik classic ini enak didengar ketika pagi hari, dan ketika butuh waktu berpikir. Tidak heran kalo saya menyebut ini musik membantu meningkatkan kinerja otak kita. Saya menemukan musik ini ketika bermain game Piano Tiles, musik yang simple dan enak didengarkan.

 

G Minor Bach 1870

Advertisements

Ketika Kampanye menyentuh kisah cinta.

Posted on

Belakangan ini saya mengamati pertarungan kampanye calon presiden 2014 begitu panas. Mengapa saya katakan begitu panas? karena saya amati hampir semua orang di social media menjadi influencer bagi yang lainnya. Entah dibayar atau tidak namun nampak semua orang ingin mempengaruhi orang orang disekitarnya. Mereka ingin orang lain mengikuti pilihannya. Terlepasdari adanya kecurangan atau black campaign, namun saya rasa pertarungan kampanye calon presiden ini telah memasuki fase perang. Perang?? ya!! perang ideologi. Dari masing-masing calon membawa ideologi masing-masing, dan bila kita lihat siapa orang-orang dibalik calon tersebut pun memang sangat berbeda dari ideologinya. Entah itu membawa misi agama atau tidak. Who Knows??.

Namun ada hal menarik yang saya amati. Belakangan ini muncul video tentang kisah cinta Prabowo Subianto dengan Titiek Soeharto. Ketika kisah ini diangkat banyak sekali orang yang terenyuh. Ya, kisah cinta seperti ini mampu mengalihkan semua isu-isu tentang Prabowo sebelumnya, terutam untuk target kampanye anak muda wanita dan ibu-ibu. Indonesia memang bangsa yang sebagian besar melankolis, hehehe..

berikut adalah videonya

 

Konveksi Seragam

Posted on

Saat ini saya sedang melanjutkan perjalanan bisnis konveksi seragam yang sebelumnya sudah running. Sekilas ingin beralih ke bisnis yang lain, namun setelah dilihat pemain di bisnis ini memang sudah banyak namun kebutuhannya pun tinggi. Perlu kita sadari tidak ada bisnis yang instant, tidak ada bisnis yang betul-betul baru, Jikalau kita diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menjalankan bisnis yang bener-bener baru, itu tidak lain adalah atas izin dari-Nya. Tidak banyak orang yang bisa membuat bisnis yang benar-benar baru.

Bisnis konveksi baju seragam ini adalah melayani kebutuhan untuk perusahaan-perusahaan dan instansi instansi. Produk-produk yang ada di http://www.mersie-seragam.com adalah “

  • Kemeja
  • Seragam
  • Wearpack / Coveralls
  • Rompi
  • Jaket
  • Hoodie
  • Kaos Promosi
  • Topi
  • dan produk promosi lainnya

pada website ini juga terdapat pengetahuan pengetahuan mengenai konveksi seragam, juga berita-berita terbaru mengenai seragam.

portofolio produk dapat dilihat disini

Posted on

pembuatan baju seragam,kemeja, jaket dan wearpack klik aja nih http://www.mersie-seragam.com atau http://www.mersie-wearpack.com

Indonesia Setara

Posted on

Yuk Jadi Pengusaha
Sandiaga S. Uno | Senin, 06 September 2010

Dalam beberapa tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya ?side job? dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau ?konsultan? beragam kebutuhan perusahaan seperti disain, komunikasi, atau sebagai penyelenggara acara (event organiser).

Yang lebih mengesankan lagi semua itu dikerjakan dari mal, cafe, coffee shop atau internet cafe. Bahkan rumah dan warnet pun semakin ditinggalkan sebagai tempat bekerja. Yang menjadi klien mulai dari keluarga, sahabat atau kerabat dekat.

Banyak dari anak-anak muda tersebut yang masih menyelesaikan kuliah. Tidak sedikit juga yang baru mulai bekerja di perusahaan-perusahaan konsultan asing bergengsi di Jakarta dan Surabaya.

Sangat dinamis, sangat penuh gairah dan sangat cerah masa depan dari anak-anak muda tersebut. Kombinasi antara working hard, working smart dan playing hard semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.

Kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga semakin cerah.

Fenomena ini membuktikan bahwa banyak bakat yang tidak lagi terpendam yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Fenomena ini juga membuktikan bahwa generasi yang lebih tua atau setidaknya lebih senior semakin ?terbiasa? mempercayakan pekerjaan yang cukup penting kepada generasi muda yang minim namun haus pengalaman. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba serta komitmen yang tinggi terhadap kualitas dan tenggat waktu.

Bagi saya dan rekan-rekan pengusaha muda, fenomena ini sangat kami syukuri. Bukan apa-apa, mereka dapat benar-benar memenuhi beragam kebutuhan usaha yang tadinya hanya dilayani oleh konsultan asing yang harganya tidak murah dan hasilnya sering kali kurang memuaskan. Walaupun masih bersifat informal, kompetisi sudah mulai tampak bahkan meningkat di antara para ?side-jobers?.

Mungkin tidak lama lagi sebagian dari mereka akan mulai mendirikan perusahaannya sendiri dan perlahan-lahan menjadi sekumpulan pengusaha muda yang kreatif, haus pengalaman dan tentunya haus akan keberhasilan. Saat itu, harga mereka tidak akan semurah yang mereka tawarkan sekarang.

Tapi tidak apa-apa. Lebih ?sreg? rasanya membayar agak lebih mahal kepada sesama pengusaha nasional yang masih muda-muda, dibandingkan perusahaan besar, apalagi perusahan asing. Mari menjadi juara di negeri sendiri. Yuk jadi pengusaha!

Sandiaga S. Uno

Re-write: Mengapa Kita Twitteran?

Posted on

Angka menunjukkan, Twitter sudah merasuk begitu dalam di kehidupan manusia di dunia maya. Lebih dari 145 juta akun terbentuk di seluruh dunia hingga Juli 2010. Di Indonesia, menurut Comscore, 20,8% pengguna Internet menggunakan Twitter per Juni 2010. Masih menurut lembaga riset itu, Indonesia adalah negara dengan penetrasi Twitter terbesar di dunia. Yang menarik, seringkali kata kunci asal Indonesia yang menjadi trending topics (topik yang paling banyak diperbincangkan di seluruh dunia) di Twitter. Fakta ini menunjukkan, pengguna Twitter Indonesia tergolong aktif di Twitter. Angka memang penting. Tapi motivasi menggunakan Twitter jauh lebih menarik buat saya. Pagi tadi saya mencoba menanyakan ke mereka, para pengguna, bukan marketer, secara langsung di Twitter: @Nukman: Mengapa kita menggunakan Twitter? Pertanyaan ini sering muncul saat melihat pertumbuhannya dan keceriwisan kita di Twitter.

Bantu jawab ya Saya mendapat puluhan jawaban menarik seketika, dan sore ini saya simpulkan beberapa hal di bawah ini:

1. Sederhana. Sesederhana mengirim SMS. Hanya mengetik maksimal 140 karakter. Tidak sesulit blog yang harus menulis beberapa alenea. “Tidak perlu lama menulis seperti blog ‘normal’, kata Goklas Tambunan. Di blog, 140 karakter hanya menjadi judul. Ini adaptasi mudah dari kebiasaan ber-sms-ria. Twitter juga tidak serumit social media lainseperti Facebook yang amat kaya fitur.

2. Medium eksistensi. Twitter memenuhi hasrat penggunanya untuk eksis dan diakui pengguna Twitter lain. Seperti disampaikan Ekky Rezky: ”Ingin eksis, biar dilihat orang juga.” Bagi Firdiyanti, Twitter adalah representasi masusia sebagai mahluk sosial. “Orang yang pendiam sekalipun punya pengalaman yang ingin dia bagi ke orang lain via Twitter.” Hal ini juga yang kemudian mengilhami beberapa penggunanya untuk memanfaatkan Twitter sebagai sarana personal branding.

3. Mendapatkan informasi yang lebih segar. Media massa sudah mengadopsi Twitter. Cukup dengan men-follow akun Twitter media tersebut, berita terbaru langsung hadir di layar Twitter kita, tanpa harus datang ke situs beritanya. Jika tertarik dengan judul yang disajikan di garis waktu (time-line), baru kita mengklik tautannya dan masuk ke situs media tersebut. Selain itu, banyak hal-hal baru, aktual, yang disebarkan oleh pengguna Twitter, yang luput atau terlambat dimuat media. Twitter menjadi media tak resmi. “Bisa mendapatkan informasi dari narasumber yang valid sekaligus bisa berinteraksi langsung dengan mereka,” kata Andre Manuhutu. “Dengan Twitter saya bisa mendapatkan buanyak rangkuman kejadian aktual, tanpa harus banyak baca halaman berita,” kata Yuliadi Syarief. Namun, tetap harus waspada di Twitter, terutama soal akurasi. Ini bisa dimaklumi, pengguna Twitter bukan jurnalis yang terlatih menulis fakta. Apalagi, sebagian dari mereka, “Cenderung menyempaikan opini ketimbang fakta,” kata Tomi Satryatomo.

4. Mendapat ilmu. Banyak pengguna Twitter yang pintar dan suka berbagi. Tanpa menuntut bayaran, mereka berbagi ilmu dengan cara masing-masing. Ada yang twit disertai blog. Ada yang suka memberikan kultwit alias kuliah via Twitter yang amat panjang. “Interaksinya dahsyat, medium “bertemu” orang-orang hebat hingga yang bejat, tinggal pintar-pintar memetik manfaat,” kata Nenden Novianti. Atau seperti yang dibilang Neng Ratna, anak SMA yang rajin twitteran, “bisa ‘mencolong’ ilmu orang-orang sukses.”

5. Berkomunikasi secara egaliter. Di Twitter, baik yang men-follow maupun yang di-follow punya kedudukan setara, meski secara pendidikan, jabatan, umur bisa saja berbeda. Begitu kita menyukai kualitas tweet seseorang kita bisa men-follow-nya. Tatkala kita tidak menyukainya, kita dengan mudah men-unfollow-nya. “Di Twitter pun kita bisa berkomunikasi dengan bebas. “Di Twitter tidak ada “saya siapa” dan ’Anda siapa’. Bebas beropini,” kata Anto Nugroho. Bahkan, seperti kata Andang Setiadi, “Twitter memperlancar komunikasi dengan orang-orang penting yang kadangkala susah ditemui secara fisik.” Dengan semakin banyaknya menteri, politikus, seleb, petinggi perusahaan dan orang penting lainnya di Twitter, semakin mudah masyarakat, dengan latar belakang apapun, berkomunikasi dengan mereka secara egaliter. Beberapa hal di atas, dirangkum Masova (Bisri Mustova), bahwa Twitter menjadi sangat menarik karena manfaatnya sebagai medium “Informasi, edukasi dan komunikasi..” Buat saya sendiri, lima hal di atas menunjukkan bahwa Twitter memang sangat manusiawi. Karena sangat manusiawi itulah, kita bergembira ria twitteran seolah tanpa mengenal lelah.

Sumber : swa-online.com

ditulis oleh Nukman Luthfie

Apakah kebahagiaan itu adalah pilihan?

Posted on

Hidup bahagia adalah impian semua orang, parameter kebahagiaan disini adalah uang?? jawabnya “nope”. Banyak orang yang mengaitkan kebahagiaan dengan uang, dengan banyak uang hidup akan bahagia. Menurut saya itu salah, uang hanyalah salah satu jalan menuju kebahagiaan karena kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang.

Saya sering mendengar cerita tentang pengusaha kaya, hartanya berlimpah namun dalam kesehariaannya dia hanya bisa makan bubur, makan ini itu tidak boleh, anak-nya pemakai narkoba. well, apakah itu hidup bahagia?? Dilain sisi saya melihat, seorang bapak hidup sederhana di desa, namun saya melihat dia sangat bahagia meskipun hidup seadanya.

Ternyata memang betul,  kebahagiaan adalah pilihan. Meski hidup satu hari dengan uang 10000 rupiah saja dan jika kita memilih hidup bahagia, maka bahagialah. Cukup dengan mensyukuri apa yang ada, menerima dengan ikhlas apa yang kita dapat dari hidup ini, dan tetap berusaha, saya yakin kebahagiaan itu akan datang, amin. 🙂