
God and destiny, 2 hal yang sering kita dengar tapi sulit untuk membuktikannya. Banyak orang yang bertanya-tanya akan hal ini, banyak orang yang mempersalahkan hal ini, banyak orang yang menggerutu tentang hal ini, dan banyak orang yang tersesat akan hal ini. Saya pun pernah mengalaminya, suatu saat saya mempertanyakan tentang hal ini bahkan menantangnya. Namun Allah telah mentakdirkan saya untuk memahami hal ini melalui analogi yang ringan, dan Allah telah mentakdirkan saya untuk mendengar hal ini di tempat yang sangat saya tidak duga. Hal ini membuat saya lebih mengerti tentang takdir.
Suatu saat saya terdiam di depan minimarket CK jam 5 subuh, suasana begitu hening, hanya sedikit lalu lalang mobil saja berada di penglihatan mata. Hal ini pun terjadi dalam suasana yang tidak terduga, tiba-tiba terbangun subuh hari dan kepingin untuk keluar rumah, lalu saya meluncur bersama motor kesayangan yang bernama red mantaray. Ketika sedang meminum kopi sambil santai di pelataran, saya mendengar ceramah Aa Gym yang terdengar dari dalam CK. Anehnya, isi ceramah itu sangat sesuai dengan hal yang membuat saya bertanya-tanya dalam hati. Dalam ceramah itu beliau menceritakan tentang seorang anak jenius yang bertanya kepada professor tentang Tuhan dan Takdir.
Anak Jenius : Bapak Professor, apakah Tuhan itu ada? , Apakah takdir itu ada? bukankah takdir itu hanya alasan bagi orang-orang malas, dan orang yang tidak berjuang untuk hidupnya?
Professor : itu kembali kepada iman kita, saya percaya Tuhan itu ada, dan takdir itu adalah hal yang harus kita perjuangkan
Anak Jenius : hmmm, saya rasa jawaban itu sangat tidak logis, kalo cuma ngandalin iman, semua orang juga tau, trus kalo takdir itu, tergantung usaha kita lah. Orang yang bilang, “ini sudah takdirnya” itu hanyalah orang yang ngga mampu.
Professor : ………….. (hanya terdiam, tidak bisa berkata-kata.)
Anak jenius ini pun terus berusaha mencari-cari jawaban tentang hal ini dan tidak mendapatkan jawaban yang mengena di hatinya, dia tidak mempercayai kedua hal itu.
Suatu saat dia mendatangi daerah terpencil lalu menemui seorang guru ngaji yang sangat karismatik, terkenal akan ceramah-ceramah yang menggugah hati para penduduk. Setelah bertegur sapa dengan guru ngaji tersebut si anak jenius ini pun menanyakan tentang kedua hal tadi.
Anak Jenius : Pak, apakah Tuhan itu ada? lalu apakah takdir itu ada? lalu saya ada pertanyaan tambahan nih, kalo setan itu terbuat dari api, kenapa setan juga dibakar di neraka, kalo api sama api ngga mungkin lah dia merasa sakit.
Guru : Hmmm… pertanyaan yang baik, coba sini mendekat de..
dan si anak jenius itu pun mendekati tubuh guru ngaji. Setelah mendekat anak jenius ini pun terkaget… PLAAKKKKK!!!! .
Guru ngaji itu menampar anak tersebut dengan keras.
Anak Jenius : Apa-apaan ini Pak? saya datang jauh-jauh kesini untuk jawaban, bukan mendapatkan perlakuan seperti ini.
Guru : itu jawaban saya de.
Anak Jenius : Apanya yang dijawab, pokonya saya ngga terima diperlakukan seperti ini.
Guru : Hmmm… Gimana rasanya ditampar?
Anak Jenius : sakitlah Pak.
Guru : kerasa sakit yah?
Anak Jenius : Iya lah, jelas
Guru : Apakah sakit itu ada?
Anak Jenius : hmmmm.. (terdiam sejenak), Namanya sih ada tapi sakit itu cuma bisa dirasa ngga bisa digambarkan.
Guru : nah seperti itulah Tuhan, hanya bisa dirasa keberadaannya oleh orang-orang yang beriman. Tangan terbuat dari kulit, pipi Ade juga terbuat dari kulit, kalo ditampar sakit ngga?
Anak Jenius : Sakit lah Pak, gimana sih Bapak ini.
Guru : Nah itu sama kayak setan, setan terbuat dari api trus kalo dibakar sama api juga bakal ngerasa sakit. Trus pernah ngga kebayang hari ini bakal ditampar keras sama Saya?
Anak Jenius : Ngga pernah Pak, mimpi aja ngga.
Guru : Nah, itulah yang namanya takdir.
Ini sebuah analogi yang ringan namun sangat mudah dimengerti. Rangkaian kejadian diatas pun sampai saya mendengar hal tersebut merupakan suatu rangkaian kejadian yang telah diatur oleh Allah. Simple tapi justru itu yang bisa dimengerti. Semuanya memang sudah ada yang mengatur, kita hanya perlu berusaha dan menjalaninya. Saya percaya semua rangkaian kejadian yang kita alami sudah ada yang mengatur, tentu dengan usaha kita juga dong.
Ketika Anda membaca ini pun adalah rangkaian kejadian yang sudah diatur oleh-Nya, sudah takdir-Nya. Selamat menjalankan rencana-Nya. Good Luck, wish u success! (kalo ada salah-salah kata dan pemahaman, mohon maaf ya).
Recent Comments